Motivasi Belajar VS Lemahnya Minat
Belajar
Dedik Dwi Prihatmoko*
(Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah UIN
Sunan Kalaijaga)
Selama
ini guru sebagai orang terdekat terhadap siswa tentu lebih memahami
perkembangan mereka dalam lingkungan sekolah. Baik buruk, benar salah pola
aktifitas mereka, seorang guru tentu lebih tau dan memahami. Hal ini menjadi
point penekanan penting untuk di pahami bersama bahwa peran guru sangat
dibutuhkan. Memang tidak mudah kerja seorang guru. Mereka harus melakukan
pendekatan-pendekatan yang mampu mengarahkan
dan membentuk perilaku siswa dari yang tadinya buruk menjadi baik dan yang tadinya
salah menjadi benar. Namun pertanyaannya adalah seberapa lama proses pendekatan
itu terjadi? dan Pendekatan yang seperti apa hingga siswa mau untuk berubah ?
Permasalahan
siswa dalam pembelajaran di sekolah sangat beragam mulai dari melemahnya minat
belajar, rendahnya perhatian akan materi yang disampaikan, susahnya pengkondisian
siswa dalam diskusi, dan seambrek problem keunikan yang muncul dalam diri siswa
menjadi sebuah tuntutan dan keharusan bagi guru untuk mampu mensiasatinya. Dalam
mengatasi permasalahan diatas hal utama yang dapat dilakukan guru adalah dengan
pemberian motivasi belajar bermakna terhadap mereka.
Telah
banyak terjadi kasus siswa mengalami keterlambatan dalam mengikuti pembelajaran
namun sebagian guru engan melakukan tindakan. Ketika di klarifikasi, guru
melakukan pembelaan, selama ini guru telah melakukan berbagai upaya namun siswa
bermasalah yang memang tidak dapat di ajak berubah, pendampingan pun sudah kami
lakukan tetapi hasil nya tetap nihil dan seambrek pula pembelaan-pembelaan yang
digelontorkan guru demi menjaga image mereka. Padahal seyogyanya seorang guru berkualitas tidak akan melakukan ratapan
terkait problem keunikan yang dilakukan siswa tetapi justru yang dilakukannya
adalah penumbuhan motivasi, motivasi bagaimana para siswa mampu menjadi pribadi
yang unggul dan lebih baik dari
sebelumnya.
Dalam
perjalannya banyak terjadi guru pintar dalam penguasaan meteri pelajaran tetapi
kurang mampu melakukan pengkondisian dan pendekatan. Siswa belum saja siap menerima
pembelajaran di paksa untuk tetap mengikuti pembelajaran hingga yang tercipta
hanyalah pembelajaran tak bermakna di setiap pertemuannya. Oleh karena itu yang
perlu diperhatikan guru sebelum melakukan pembelajaran tidak lain adalah pemberian
motivasi-motivasi yang sifatnya merangkul para siswa.
Motivasi
merupakan sebuah penciptaan kondisi psikolagis yang mampu mendorong seseorang
melakukan sesuatu. Menurut para tokoh psikologi ada dua macam motivasi; pertama,
motivasi intrinsik; motivasi yang timbul dari dalam diri, kedua, motivasi
ekstrinsik; motivasi yang muncul dari orang lain berupa ajakan, suruhan dan
paksaan. Jangan sampai tumbuh kembang siswa terhambat lantaran tugas dan
kerja-kerja kita sebagai guru tidak berjalan maksimal. Sudah seharusnya sistem pemberian
motivasi ini dapat segera dibudayakan. Agar tercipta keselarasan antara guru
dengan siswa kearah kerjasama. Untuk sebuah usah yang dapat dilakukan guru
dalam menumbuhkan sistem motivasi ternyata banyak ragamnya mulai dari; Penjelasan
akan pentignya materi yang akan disampaikan, Pemberian Hadiah, Pujian, Hukuman
dan Penciptaan iklim kompetisi belajar menjadi penekanan yang perlu di
perhatiakan dan di jalankan oleh para guru. Oleh sebab itu, sebagai guru yang berkualitas
perlu adanya dorongan kuat untuk selalu memberikan dan membudayakan sistim motivasi
terhadap para siswa kapan dan dimanapun tempatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar