Senin, 27 Juli 2015

Motivasi Belajar VS Lemahnya Minat Belajar



Motivasi Belajar VS Lemahnya Minat Belajar
Dedik Dwi Prihatmoko*
(Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah UIN Sunan Kalaijaga) 
Selama ini guru sebagai orang terdekat terhadap siswa tentu lebih memahami perkembangan mereka dalam lingkungan sekolah. Baik buruk, benar salah pola aktifitas mereka, seorang guru tentu lebih tau dan memahami. Hal ini menjadi point penekanan penting untuk di pahami bersama bahwa peran guru sangat dibutuhkan. Memang tidak mudah kerja seorang guru. Mereka harus melakukan pendekatan-pendekatan yang  mampu mengarahkan dan membentuk perilaku siswa dari yang tadinya buruk menjadi baik dan yang tadinya salah menjadi benar. Namun pertanyaannya adalah seberapa lama proses pendekatan itu terjadi? dan Pendekatan yang seperti apa hingga siswa mau untuk berubah ?
Permasalahan siswa dalam pembelajaran di sekolah sangat beragam mulai dari melemahnya minat belajar, rendahnya perhatian akan materi yang disampaikan, susahnya pengkondisian siswa dalam diskusi, dan seambrek problem keunikan yang muncul dalam diri siswa menjadi sebuah tuntutan dan keharusan bagi guru untuk mampu mensiasatinya. Dalam mengatasi permasalahan diatas hal utama yang dapat dilakukan guru adalah dengan pemberian motivasi belajar bermakna terhadap mereka. 
Telah banyak terjadi kasus siswa mengalami keterlambatan dalam mengikuti pembelajaran namun sebagian guru engan melakukan tindakan. Ketika di klarifikasi, guru melakukan pembelaan, selama ini guru telah melakukan berbagai upaya namun siswa bermasalah yang memang tidak dapat di ajak berubah, pendampingan pun sudah kami lakukan tetapi hasil nya tetap nihil dan seambrek pula pembelaan-pembelaan yang digelontorkan guru demi menjaga image mereka. Padahal seyogyanya seorang  guru berkualitas tidak akan melakukan ratapan terkait problem keunikan yang dilakukan siswa tetapi justru yang dilakukannya adalah penumbuhan motivasi, motivasi bagaimana para siswa mampu menjadi pribadi yang unggul dan  lebih baik dari sebelumnya. 
Dalam perjalannya banyak terjadi guru pintar dalam penguasaan meteri pelajaran tetapi kurang mampu melakukan pengkondisian dan pendekatan. Siswa belum saja siap menerima pembelajaran di paksa untuk tetap mengikuti pembelajaran hingga yang tercipta hanyalah pembelajaran tak bermakna di setiap pertemuannya. Oleh karena itu yang perlu diperhatikan guru sebelum melakukan pembelajaran tidak lain adalah pemberian motivasi-motivasi yang sifatnya merangkul para siswa.
Motivasi merupakan sebuah penciptaan kondisi psikolagis yang mampu mendorong seseorang melakukan sesuatu. Menurut para tokoh psikologi ada dua macam motivasi; pertama, motivasi intrinsik; motivasi yang timbul dari dalam diri, kedua, motivasi ekstrinsik; motivasi yang muncul dari orang lain berupa ajakan, suruhan dan paksaan. Jangan sampai tumbuh kembang siswa terhambat lantaran tugas dan kerja-kerja kita sebagai guru tidak berjalan maksimal. Sudah seharusnya sistem pemberian motivasi ini dapat segera dibudayakan. Agar tercipta keselarasan antara guru dengan siswa kearah kerjasama. Untuk sebuah usah yang dapat dilakukan guru dalam menumbuhkan sistem motivasi ternyata banyak ragamnya mulai dari; Penjelasan akan pentignya materi yang akan disampaikan, Pemberian Hadiah, Pujian, Hukuman dan Penciptaan iklim kompetisi belajar menjadi penekanan yang perlu di perhatiakan dan di jalankan oleh para guru. Oleh sebab itu, sebagai guru yang berkualitas perlu adanya dorongan kuat untuk selalu memberikan dan membudayakan sistim motivasi terhadap para siswa kapan dan dimanapun tempatnya.  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar