Sabtu, 11 April 2015

Perjalanan ke Makasar Selawesi Selatan



Perjalanan ke Makasar Selawesi Selatan
Sore sesaat setelah sampai bandara Hasanudin Makasar 07 April 2015.
Hari ini aku memutuskan pergi ke Makasar untuk melakukan penelitian SKAI (Survey Kesehatan Ibu dan Anak) di pelosok desa di daerah sana. Aku bersama tim peneliti dari lembaga Survey Meter melakukan cek in di bandara Adisucipto sekitar pukul 15.00 WIB lantaran sekitar pukul 16.00 pesawat yang kami tumpangi akan segera lepas landas. Cuaca sore ini terlihat kurang begitu bersahabat, curah hujan yang tidak stabil dan adanya keterlambatan keberangkatan pesawat menjadikan perasaan ku sore ini campur aduk antara sengan dan cemas.  Di satu sisi sengan lantara mendapatkan kesempatan untuk penelitian di daerah luar jawa dan belum pernah aku alami sebelumnya disatu sisi aku merasa nyaliku terombang- ambing oleh keadaan yang menimpaku saat ini. Namun karena aku sudah merasa yakin atas kepurusan yang aku ambil dengan beberapa pertimbangan dari kelarga dan rekan-rekan dan dosen pembimbingku selama ini aku mamantapkan diri untuk tetap mengikuti penelitian ini.
Apapun yang terjadi aku akan tetap berjuang dan berusaha yang terbaik untuk memberikan kado terindah bagi keluarga yaitu dengan tidak mengecewakan mereka. Beberapa menit lagi pesawat yang aku tumpangi akan segera take off sehingga kami pun bergegas menuju kubin pesawat untukmelakukan perjalanan menuju bandara Hasanudin Makasar. Menurut pemberitahuan dari pihak bandara perjalaan jogja ke makasar akan ditempuh selama 2 jam. Setelah seluruh penumpang menempati tempat duduknya pesawat mulai lepas landas. Rasa cemas dan gelisah mulai menghampiri ku, jujur sebagai orang kampung yang baru pertama kalinya menggunakan fasilitas transportasi udara aku sangat cemas dalam menjalani waktu-waktuku di kubin pesawat. Namun setelah pesawat terlihat stabil aku mulai belajar menikmati perjalanan itu. Dari atas terlihat bentangan alam ciptaan Allah dari sisi yang sama sekali belum pernah aku lihat sebelumnya. Sehingga terbesit rasa takjub akan ciptaan allah selama ini.
Beberapa mil dari permukaan laut aku mulai menyadari ciptaan Sang Pencipta sangatlah mengagumkan untuk di nikmati. Bentangan sungai, lahan perkotaan, pertanian, hutan, gunung dan lautan terlihat jelas dari sisi yang berbeda. Sekitar satu jam perjalanan pramugari memberikan intruksi bahwa cuaca sedang tidak bersahabat dan para penumpang disarankan mengenakan sabuk pengaman. Intruksi ini cukup membuatku gelisah namun kegelisahan tersebut ternyata mengantarkan ku untuk selalu mengingat-Mu dan ingin selalu dekat dengan Mu. Jujur perasaan ku kala itu hanya terdapat satu rasa yaitu PASRAH. Dalam benakku hanya terlintas bahwa kematianku hanyalah engkau yang menentukan, dan sikaap ini sangat membuatku cukup nyaman dan mampu menghilangkan perasaan ku yang awalnya cemas akan posisi saat ini.
Beberapa menit kemudian pilot mulai meninggikan mas kapai, dan tahu apa yang terjadi? Saat itu aku hanya melihat awan putih dengan satu cahaya cukup terang yaitu. Cahaya merah tadi sore mampu menyoroti seluruh lapisan awan menjadikan awan terlihat menarik untuk disaksiakan. Dari posisiku saat ini, aku melihat awan seakan memiliki kehidupan, awan bergerak kesana kemari dengan berbagai bentuk dan jenis yang cukup berbeda menambah keyakinan ku akan anugerah ciptaan Allah. Oleh sebab itu, waktu dua jam perjalanan di udara menggunakan pesawat komersil menjadi sebuah pengalaman dan cerita baru dalam hidupku. Trimakasih Allah Azza wa jalla karena engkau telah mengantarkan ku mengapai mimpi-mimpiku.
Semagat kawan! Fighting! Ganbatte 4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar