Senin, 27 Juli 2015

Pengoptimalisasian Lahan Pertanian


Pengoptimalisasian Lahan Pertanian
Dedik Dwi Prihatmoko*
(Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah UIN Sunan Kalaijaga) 

Pertanian adalah lumbung terbesar negara kita di dalam konsep agraria. Sebagai negara berkembang, sebuah perbaikan yang dapat mendulang kemajuan penting untuk segera dilalukan, terkhusus dalam hal pertanian nasional. Kita harus percaya bahwa negara ini kelak akan menjadi negara besar, lumbung swasembada pangan.

Namun sebuah keyakinan ini tidak akan ada artinya ketika tidak diimbangi dengan sebuah tindakan. Permasalahan pertanian kita saat ini sangatlah Kompleks. semakin tingginya biaya pengolahan lahan ternyata tidak sebanding dengan pendapatan yang seharusnya mereka dapatkan. Berbagai terobosan pemerintah mulai dari penyuluhan-penyuluhan dan pemunculan berbagai farietas tanaman ungul memang sudah digalakkan.


Namun sebenarnya program capaian utama yang perlu di galakkan bukan itu, akan tetapi program persebaran sistem irigasi yang menjadikan petani mandiri dan pembentukan peraturan represif akan pengalih fungsian lahan pertanian menjadi hunian sesungguhnya yang perlu di tanggappi. 


Dua hal inilah yang saya rasa perlu di perbincangkan ulang. Bagaimana bisa farietas pertanian unggul dapat maksimal ketika pengairan saja tidak optimal. Di daerah manapun pertanian padi sangat membutuhkan pengairan yang cukup tinggi sehingga sebaik apapun jenis farietas padi yang ditanam hasilnya tidak akan sesuai harapan karena unsur pengairan tidak berjalan lancar.


Pada musim kemarau banyak petani yang tidak mengolah lahan pertanian mereka hingga nampak terlihat berpetak-petak sawah mangkrak di posisinya. Menjadikan sistem panen (padi) nasional menjadi rendah. Setiap tahun panen padi hanya terjadi sebanyyak satu atau dua kali panen saja dan mandeg pada waktu musim kemarau tiba. 


Oleh sebab itu sistem irigasi sangatlah dibutuhkant para petani kita saat ini guna pengoptimalisasian waktu tanam padi secara lebih baik lagi. lantaran pada musim kemarau para petani dapat menanam padi. Dan berdampak pada kebutuhan beras dalam negeri dapat segera di tangani dan berdampak lagi pada swasembada beras ke luar negeri.


Point ke dua, lahan pertanian kita dari waktu ke waktu selalu mengalami pengalih fungsian lahan. Banyak gedung berdiri di areal persawahan.  Bagaimana bisa bangsa ini dapat melakukan swasembada padi ketika dari hari ke hari pengalih fuungsian lahan pertanian tidak segera diatasi.


Sudah saatnya pemerintah sebagai pemegang kendali meluncurkan sabda pemerintahnya untuk "stopp" wilayah pertanian untuk pendirian bangunan karena akan berdampak besar pada sulitnya pencapaian misi nasional akan bangsa mandiri dan makmur.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar