Pengoptimalisasian Lahan Pertanian
Dedik Dwi Prihatmoko*
(Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah UIN
Sunan Kalaijaga)
Pertanian
adalah lumbung terbesar negara kita di dalam konsep agraria. Sebagai negara
berkembang, sebuah perbaikan yang dapat mendulang kemajuan penting untuk segera
dilalukan, terkhusus dalam hal pertanian nasional. Kita harus percaya bahwa
negara ini kelak akan menjadi negara besar, lumbung swasembada pangan.
Namun sebuah
keyakinan ini tidak akan ada artinya ketika tidak diimbangi dengan sebuah
tindakan. Permasalahan pertanian kita saat ini sangatlah Kompleks. semakin
tingginya biaya pengolahan lahan ternyata tidak sebanding dengan pendapatan
yang seharusnya mereka dapatkan. Berbagai terobosan pemerintah mulai dari
penyuluhan-penyuluhan dan pemunculan berbagai farietas tanaman ungul memang
sudah digalakkan.
Namun
sebenarnya program capaian utama yang perlu di galakkan bukan itu, akan tetapi
program persebaran sistem irigasi yang menjadikan petani mandiri dan
pembentukan peraturan represif akan pengalih fungsian lahan pertanian menjadi
hunian sesungguhnya yang perlu di tanggappi.
Dua hal
inilah yang saya rasa perlu di perbincangkan ulang. Bagaimana bisa farietas
pertanian unggul dapat maksimal ketika pengairan saja tidak optimal. Di daerah
manapun pertanian padi sangat membutuhkan pengairan yang cukup tinggi sehingga
sebaik apapun jenis farietas padi yang ditanam hasilnya tidak akan sesuai
harapan karena unsur pengairan tidak berjalan lancar.
Pada musim kemarau
banyak petani yang tidak mengolah lahan pertanian mereka hingga nampak terlihat
berpetak-petak sawah mangkrak di posisinya. Menjadikan sistem panen (padi)
nasional menjadi rendah. Setiap tahun panen padi hanya terjadi sebanyyak satu
atau dua kali panen saja dan mandeg pada waktu musim kemarau tiba.
Oleh sebab
itu sistem irigasi sangatlah dibutuhkant para petani kita saat ini guna
pengoptimalisasian waktu tanam padi secara lebih baik lagi. lantaran pada musim
kemarau para petani dapat menanam padi. Dan berdampak pada kebutuhan beras
dalam negeri dapat segera di tangani dan berdampak lagi pada swasembada beras
ke luar negeri.
Point ke
dua, lahan pertanian kita dari waktu ke waktu selalu mengalami pengalih
fungsian lahan. Banyak gedung berdiri di areal persawahan. Bagaimana bisa
bangsa ini dapat melakukan swasembada padi ketika dari hari ke hari pengalih
fuungsian lahan pertanian tidak segera diatasi.
Sudah
saatnya pemerintah sebagai pemegang kendali meluncurkan sabda pemerintahnya
untuk "stopp" wilayah pertanian untuk pendirian bangunan karena akan
berdampak besar pada sulitnya pencapaian misi nasional akan bangsa mandiri dan
makmur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar