Sabtu, 14 Maret 2015

Surat Untuk Relawan Muda


SURAT UNTUK PARA RELAWAN MUDA
Oleh: Dedik Dwi Prihatmoko*
(Pemerhati Komunitas Jendela Jogja)
Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah UIN Sunan Kalijaga

Pertama, Kami merasa sangat senang dan bahagia karena masih diberi kesempatan untuk menulis sepotong tulisan ini. Kepada teman-teman relawan muda peduli pendidikan, bernamakan "Komunitas Jendela Jogja" yang saat ini sedang merayakan Ulang tahunnya. Kami mengucapkan terimakasih kepada teman-teman relawan muda yang sudah lama mengabdikan diri menjadi relawan pengajar dan telah banyak memberikan pelajaran bermakna dan inspiratif untuk diri kami dan umumnnya pada generasi-generasi muda selanjutnya.

Kami datang ke kota Jogja sudah hampir empat tahun terhitung dari diterimanya kami di salah satu perguruan tinggi negeri di kota Jogja. Sehingga kami cukup tau akan kebudayaan masyarakat jogja. Jogja adalah kota budaya, kota dengan tata kelola dan ungah-ungguh masyarakat yang cukup tertata menjadikan para pendatang sedikit dimanjakan akan budaya. Orang berbondong-bondong berkunjung ke Jogja  dengan berbagai tujuan, mulai dari wisata, mencari lapangan kerja, berburu makanan, menghabiskan masa tua dan melanjutkan pendidikan. 

Eksotisnya pantai dan budaya kraton selalu menjadi pemandangan menarik untuk di kunjunggi di setiap waktunya. Selain itu kota dengan pertumbuhan gedung-gedung pusat pendidikan yang begitu pesat menambah nilai tambah, sehingga gairah masyarakat luar daerah untuk hijrah ke kota ini cukup besar dan tidak heran ketika banyak wisatawan domestik datang ke Jogja untuk melanjutkan program studinya.

Sebagai kota pelajar, Jogja menjadi salah satu barometer pendidikan yang memiliki daya pikat tersendiri. Perguruan tinggi negeri dan swasta mulai dari kampus berbasic pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik, sosial, pertanian, perkebunan, kehutanan, ilmu teknologi dll tersebar luas di kota ini.  Oleh karena itu, tidak heran ketika kompetisi studi pendidikan di sebuah kota dengan sebutan ”Kota Gudeg”  ini cukup tinggi dan menjadi incaran para pelajar di berbagai profinsi.

Berbagai latar belakang budaya, adat istiadat, tradisi, agama, ras, warna kulit, dan ideologi tersaji di kota gudeg. Pluralisme masyarakat pendatang inilah sebagai bentuk keterbukaan kota Jogja terhadap kebudayaan luar. Masyarakat luar jawa seperti NTT, NTB, Papua, Kalimantan, Sulawesi dll,. dengan mudah dapat melanjutkan studi pendidikan di kota ini dengan catatan mereka benar-benar mampu dan mau berkompetisi secara sportif dalam percaturan perguruan tinggi yang sudah dibuat. Semboyan ”Bineka Tunggal Ika” tetap terpatri di masyarakat kota jogja. Biarpun berbeda-beda tetapi tetap satu jua yakni Jogja Istimewa.

Dampak pluralisme yang terdapat di Jogja cukup besar. Tergantung dari mana kita akan membidiknya. Ketika mencari orang dari suku daerah luar jawa, bisa dibilang cukup mudah untuk mencarinya di kota ini. Inilah salah satu bukti dari perbedaan yang membawa kemudahan dan kemudahan inilah yang akan membawa kesatuan. Kesatan negara NKRI.

Di perguruan tinggi Jogja telah banyak mencetak orang-orang hebat di pemerintahan sana. Kamipun berharap kelak bisa menjadi bagian dari orang hebat seperti mereka. Namun setelah kami masuk ke dalam komunitas relawan muda peduli pendidikan bernamakan “Komunitas Jendela” kami melihat orang-orang hebat dari sudut pandang berbeda. Dengan latar belakang  yang berbeda, baik dari sisi; perguruan tinggi, jurusan, keunikan, motivasi dan ideologi mereka ada dengan misi yang sama yaitu mencerdaskan generasi muda. Sungguh luar biasa perjuangan mereka. Mereka hadir mengajak anak-anak untuk gemar membaca dikala orang lain sudah tidak lagi menyuarakan dan mengambil tindakan terkait pentingnya pendidikan usia dini. Usia dimana kecerdasan mereka sedang di pertaruhkan oleh perlakuan-perlakuan di sekelilingnya. Sehingga pola kegiatan Komunitas Jendela Jogja sudah sepantasnya mendapatkan apresiasi dari semua kalangan di negeri ini. 

Kegiatan komunitas jendela cukup luar biasa, dikala sebagian besar orang-orang memanfaatkan waktu liburannya untuk berwisata. Jendelis Jogja tampil beda dan tidak biasa. Hari minggu merupakan hari penting bagi teman-teman Jendela Jogja untuk mencerdaskan anak-anak desa dengan membaca. Berkilo-kilo meter bascamp (tempat binaan) yang harus Jendelis tempuh, Jalanan naik-turun dan tidak putus-putus selalu mereka jalani dan nikmati. Bahkan ada beberapa moment pola kegiatan Jendelis Jogja yang cukup menyentuh hati, kala itu ketika hujan abu melanda wilayah jogja pada april 2014, dimana abu Gunung Merapi keluar cukup tebal dan beberapa media masa menghimbau para warga Jogja untuk berhati-hati lantaran aktivitas Gunung Merapi masih dalam tahap waspada. Ternyata hal itu tak menyulutkan para Jendelis Jogja untuk melakukan rutinitas hari minggu untuk belajar dan bermain dengan anak-anak di desa Turgo – Desa yang berlokasi di lereng kaki Gunung Merapi -- Kesadaran para Jendelis akan pendidikan anak ternyata lebih tinggi dibandingkan hujan abu yang datang pada hari itu. Ketika sebagian besar orang memilih untuk menjauh dari Gunung Merapi namun berbeda dengan Jendelis Jogja yang justru kala itu lebih memilih tetap melakukan kunjungan ke turgo melihat keberadaan anak-anak di sana. Dan benar saja minggu itu yang datang ke tempat pembinaan hanya ada beberapa anak. Ketika ditanya teman-teman yang lain kemana? Mereka menjawab, mereka sudah mengungsi ke daerah lain. Jendelis pun bertanya lagi kepada si anak, kenapa kalian tidak ikut teman-teman lain yang mengungsi ? mereka menjawab, tidak apa-apa kami berani kok. 

Disinilah peran Jendelis, kala itu berusaha memberikan penyadaran kepada anak-anak untuk tanggap bencana dengan melakukan usaha-usaha penyelamatan diri dari bahaya. Dengan penyampaian yang dikemas dengan pola belajar sambil bermain mereka sedikit-demi sedikit telah menyadari tentang pentingnya tanggap bencana. Subhanawllah jiwa merekaa sunguh luar biasa, mereka tetap datang ke tempat pembinaan di tengah-tengah bahaya yang bisa saja terjadi. Kami bangga pada kalian, kalian adalah orang-orang hebat yang telah menginspirasi banyak orang termasuk diri KU secara pribadi  

Semoga amalan kalian selama ini mendapatkan luapan asa yang berlipat ganda dari sang pencipta….amin.-








Tidak ada komentar:

Posting Komentar